Selamat Ulang Tahun Istriku Tercinta, Eflita Meiyetriani

Eflita Meiyetriani, nama yang dulu tidak aku perkirakan akan menjadi pendamping hidup saya. Ada banyak kejutan yang ia saya temukan darinya. Kecantikan yang mungkin tidak bisa ditemukan dengan hanya melihat sekilas, karena ia ada di dalam hatinya yang meliputi seluruh jasmani dan rohaninya.

Satu tahun lalu kami menikah, ada banyak peristiwa suka dan duka yang kami alami. Peristiwa menyenangkan yang membuat saya semakin sayang padanya dan peristiwa-periswtiwa sulit yang membuat kami harus hidup apa adanya, sedih dan sesekali berselisih paham semakin menguatkan cinta kasih kami.

Hari ini adalah hari ulang tahunnya yang ke-duapuluh enam tahun. Untuk istriku, suamimu minta maaf karena tidak bisa memberikan sesuatu sebagai hadiah. Suamimu sayang padamu, semakin sayang. Hadiah terbesar di hari ulang tahun suamimu dan ulang tahunmu adalah kehamilanmu, itu adalah karunia Allah yang sudah setahun lebih kita nantikan. Suamimu meminta maaf jika tidak bisa sebaik yang Engkau harapkan, banyak menyakitimu, tidak menuruti keinginanmu dan sesekali marah padamu.

Istri yang kusayangi, entah apa yang akan terjadi di masa mendatang kelak. Kita harus tegar menghadapi semua permasalahan bersama, semakin kuat, semakin menyayangi di masa sekarang dan sampai di hari akhir kita nanti. Suamimu ingin kita menjadi teladan kebaikan, keluarga yang sakinah, mawadah dan warrohmah.

Istriku, Selamat Ulang Tahun. Suamimu ingin menciumu dan bayi kita dengan mesra. Maukah Engkau hidup bersama dan saling menyayangi hingga akhir hayat kita nanti? Sang Pencipta tidak suka diduakan, sifat itu menurun pada hamba-Nya, padamu dan padaku.

3 Response to "Selamat Ulang Tahun Istriku Tercinta, Eflita Meiyetriani"

  1. Amalia says:

    mas andoyooooooo....so sweet and deep..very touching....
    andai suami aq kelak kya gini...hehehe..
    Slamat menjalani peran sebagai ayah yang akan segera disandang.Aq yakin, mas pasti mampu jadi ayah yang baikk, Amien!!

    M. Ali Effendi laman says:

    Pak Andoyo,Setelah membaca tulisan bpk di blog ini...saya jdi malu sebagai suami dari istri saya...saya tdk pernah jujur seromatis ini atau romantis sejujur ini.Semoga Bpk dan istri menjadi keluarga SAMARA.

    Terimakasih ya mbak Amalia dan Mas M. Ali Effendi. Mudah-nudahan pernikahan kami langgeng sampe dunia dan akhirat.

    Saya Andoyo dan istri Eflita Meiyetriani mengucapkan terimakasih.

Posting Komentar