Tampilkan postingan dengan label Indonesia. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Indonesia. Tampilkan semua postingan

New Zealand vs Indonesia, Bayar Pajak Ga Ya?

Orang bijak taat bayar pajak,
Pegawai pajak korupsi uang pajak,
Orang bijak: "Ogah ah, ngapain bayar pajak lagi?"


Bayar pajak 14% dengan gaji kurang dari NZ$35.000/year. Itulah kalau di New Zealand. Kalau gajinya lebih dari itu ya pajaknya pasti lebih tinggi.

Kenapa kesadaran membayar pajak di negara maju selevel menengah seperti New Zealand begitu tinggi? Jawabannya adalah karena di sana penggunaan uang pajak oleh pemerintah lebih transparan dibandingkan di Indonesia.

Sebagai contoh adalah jika kita di negeri Kiwi New Zealand Selandia Baru ini tidak memiliki pekerjaan, maka kita berhak mendapatkan dana tunjangan dari pemerintah sebesar NZ$200/week. Jadi istilahnya kalau di UUD 1945 dikatakan bahwa "Fakir miskin dan anak-anak terlantar dipelihara oleh negara", maka di negara Kiwi itu, pasal tersebut sudah dijalankan.

Kalau di Indonesia, sungguh sayang banget. Keinginan untuk membayar pajak sangatlah rendah. Hal ini karena penggunaan dana pajak tidak transparan dan bahkan malah menjadi dana yang bisa dikorupsi secara besar-besaran. Sayang kan?

Contact Us

Website (blog) owner:

My name is Andoyo. I am student in Wellington, New Zealand. I was born in Blora, 22 February 1983. Blora is small town in Central Java, it is about 125 kilometers from Semarang. Eflita Meiyetriani is my lovely wife. Now we live in Wellington, the capital city of New Zealand.

I like New Zealand because this country has beautiful places, clear country and nice people every where. This is a combination of farmland and vast wilderness, modern city and old building, and delicious food we can find everywhere.

You would able to contact my self by email, please send the email or contact us at:

4/19 Drummond Street
Mount Cook Wellington
New Zealand 6021
Email: andoyoandoyo@gmail.com.

Kasimbar Beach, Central Sulawesi

Kasimbar is the little village in Parigi Moutong regency. It is beautiful village, mainly the beach and the coast line along the village. We have not to pay to visit there, it is free. The taste of the fish baked/roasted is one of the culinary experience that we have to try, very spicy and tasty.

Palu is the capital city of Central Sulawesi. The distance between Palu and Kasimbar are about 154 kilometers, it will take about two hours trip by renting a car in Palu. In Durian season, we can buy, eat and take away durian from the local farmers around Kasimbar.