Tampilkan postingan dengan label Internet. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Internet. Tampilkan semua postingan

Cara Membuat Blog dengan Account Blogger.com

Menulis blog adalah aktivitas yang menyenangkan. Ada banyak penyedia layanan blog gratis yang bisa Anda gunakan untuk menulis karya-karya Anda. Berikut ini adalah tiga besar penyedia layanan blog yang diberikan secara gratis.

  1. www.blogger.com, adalah layanan milik Google. Website saya www.andoyoanny.com ini awalnya adalah dari blog gratis yang disediakan blogger.
  2. www.multiply.com,
  3. www.wordpress.com
Jika Anda memang benar-benar ingin menuangkan tulisan Anda secara online namun belum tahu cara membuat blog gratisan, silakan ikuti langkah-langkah berikut ini.

Silakan lihat gambar terlampir sebagai pedoman. Klik di sini untuk men-zoom gambar.
  1. Buka website www.blogger.com dari browser Anda, kemudian klik Buat Blog.
  2. Isi semua formulir yang tersedia, untuk alamat email, jika Anda telah memiliki alamat di Gmail, maka itu akan semakin mudah. Jika belum, alamat email apa pun juga bisa kita pakai, kemudian klik Lanjutkan.
  3. Berikan nama judul dan alamat blog Anda sesuai kesukaan, misalnya andoyo.blogspot.com. Cek ketersediaan dari alamat blog yang Anda inginkan, jika tidak tersedia maka kita harus menggantinya. Isi semua formulir kemudian klik Lanjutkan.
  4. Memilih template adalah fasilitas yang disediakan blogger secara default. Template menentukan bentuk tampilan dari blog yang Anda miliki. Klik Lanjutkan.
  5. Blog Anda sudah jadi, klik Mulai Blogging untuk memulai menulis artikel yang Anda miliki.
  6. Isikan judul artikel, ketik artikel yang ingin Anda tulis dan sisipkan tag atau label. Kemudian klik Terbitkan Entry.
  7. Klik Lihat Entry atau Lihat Blog untuk melihat hasil postingan yang Anda lakukan.
Begitu dulu ya, jika kurang jelas silakan kita lanjut dalam forum diskusi.

Pekerjaan Part time dan sewa flat di New Zealand

Pekerjaan Part time dan sewa flat di New Zealand

Assalamualaikum wr wb

Kemarin Jum'at, 6 Pebruari sedang public holiday karena ada Waitangi Day, Perayaan Nasional Hari Besar Maori. Jadi kuliah kami libur. Ada beberapa hal yang ingin kami sampaikan.

Tentang flat/rumah tinggal:

Di Wellington, mengurus sewa rumah tinggal/flat bukanlah hal yang mudah karena harus:

  1. terlebih dahulu menunjukkan pasport/visa orang yang akan menempati kepada agen/landlord.
  2. Harus mempunyai account bank/rekening. Jadi saya sarankan, begitu sampai usahakan untuk segera membuat account bank.
  3. memerlukan proses minimal satu minggu untuk mendapatkan flat. Jadi kalau nggak dapat tumpangan tempat tinggal bersiap-siaplah untuk tidur di hotel/back packer dengan tarif minimal NZ$ 23/malam/orang.
  4. harga sewa cukup tinggi, minimal NZ$ 150/week/orang, kalaupun ada yang murah biasanya jauh dari kampus/sekolah. Uang garansi/bon/garansi harus dibayarkan sebesar 2 minggu pertama. Jadi secara tak langsung kita bayar 3 minggu di muka saat mau tinggal di flat tersebut
  5. Untuk flat, air PDAM biasanya gratis (disediakan dari pemerintah) dan sudah layak minum (kami pun biasa minum air kran). Listrik dan telepon (kalau ada) yang harus bayar.
Tentang pekerjaan part time:

Peraturan di NZ untuk student yang bekerja harus memiliki VOC, maka:
  1. Sebisa mungkin temen2 yang sekarang dalam proses pengurusan visa yang score TOEFL-nya diatas/minimal 500 atau IELTS level 5 sebaiknya diusahakan mendapatkan VOC dari Embassy New Zealand di Jakarta. Kalau di NZ bisa diurus oleh lembaga tempat anda kuliah/belajar. Tapi bayar NZ$ 120, sayang kan? Itu juga harus dengan test TOEFL/IELTS dulu.
  2. Pekerjaan di sini harus mencari sendiri, kalau ada temen/orang Indonesia yang sudah lama ada di sini biasanya bisa kita mintai bantuan untuk masalah training awal, membuat CV dan mengarahkan.
  3. Mental survival harus benar2 dimiliki. Memang ada beberapa contoh teman2 yang sukses dan surevive di sini, tapi juga ada yang gagal. Kita harus belajar dari kegagalan mereka dan lebih berhati-hati melangkah. Kalau yang rajin ikut kumpul2 sama temen2 biasanya lebih mudah dapat kerja karena link-nya banyak dan bisa sharing pekerjaan. Jadi banyak-banyaklah cari teman di sini.
  4. Rate gaji di sini minimal adalah NZ$12,5/hours (belum dipotong pajak), kalau sudah sertifikasi WELTEC (Wellington Institut of Technology) seperti teman saya yang sudah jadi Chef lulusan Weltec bisa di atas NZ$ 20/hours. Rata-rata student di sini bisa bekerja 3-4 jam perhari dan bisa masuk kerja setelah dua minggu berada di NZ. Satu minggu awal seperti kami masih perlu penyesuaian cuaca, pola hidup, pola jalan dan budaya lokal sini.
  5. Jika teman2 mempunyai sertifikasi keahlian/referensi kerja di Indonesia sebaiknya dibawa saja.
Tentang kuliah/pendidikan:

Budaya kuliah di sini sangat berbeda dengan di Indonesia, terutama untuk beberapa hal:
  1. Punctual, harus tepat waktu saat datang.
  2. Kalau ingin kuliah maka uang harus full dibayar di muka.
  3. Logat bahasa Inggris di sini beda banget dengan yang kita dengan di film2 Amerika, jadi jangan kaget yah. Logatnya lebih ke arah British English
  4. Untuk temen-temen yang ingin melihat dan membaca pengalaman kami di NZ jangan lupa membuka blog kami di: http://andoyoandoyo.multiply.com dan http://andoyoanny.blogspot.com. Hehe...promosi yak.
Kami rasa cukup itu aja dulu yah, mudah-mudahan bisa disampaikan kepada teman-teman. Kami senang banget ada di sini. Alamnya indah dan banyak pengalaman baru, tantangan ke depan sedang menunggu. Salam rindu dari kami di New Zeland. Makasih

Manfaat Internet


Memanfaatkan Situs Perpustakaan

Oleh: Andoyo - Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Universitas Negeri Semarang

MESKIPUN tidak secepat perkembangan di dunia, jumlah dan pertumbuhan pemakai internet di Indonesia juga mengalarni pertumbuhan pesat. Hal ini tergambar dalam data-data penelitian berikut ini.

Pada bulan Juni 1996, jumlah pemakai internet di Indonesia baru mencapai sekitar 25.000 - 30.000 orang (Tim Komputer ITB, Khoe, 1996). Pada Juni 1999 jumlahnya mencapai 800.000 orang (Priyatmo, Kompas, 12 Maret 2000). Dan di tahun 2005 ini diperkirakan jumlah tersebut akan mencapai 15 juta orang (Asosiasi ISP Indonesia, Bintang, minggu kedua Maret 2000).

Internet sebagai sumber belajar dapat diartikan sebagai sumber informasi yang tersedia. Miliaran halaman teks dan informasi multimedia dari berbagai bidang ilmu tersedia di sini, baik secara gratis atau harus membayar sejumlah uang.

Layanan WWW yang tersedia di internet memudahkan kita melacak, menyaring, mengakses dan menelusuri informasi-informasi yang sarat pengetahuan.

Layanan WWW dalam bentuk situs (website) mempunyai kekhususan masing-masing. Situs-situs internet yang relevan sebagai sumber belajar adalah situs-situs perguruan tinggi, universitas virtual, perpustakaan, ensiklopedi, jurnal, majalah, surat kabar, bahkan situs-situs perusahaan komersial yang memberikan berbagai informasi penting secara gratis.

Sebagai sumber belajar, internet saat ini sedang tumbuh pesat. Hari demi hari jumlah halaman situs semakin bertambah. Sebagai sumber belajar, internet tak hanya menyediakan bahan ajar tapi juga sarana untuk komunikasi dengan para ahli yang ada di seluruh dunia (Hari Wibawanto: 2002).

Ada banyak kemudahan yang diberikan internet dalam rangka mendukung proses belajar. Menurut Budi Raharjo dalam www. budi.insan.co.id articles.internet pendidikan.doc ada beberapa manfaat internet yang mendukung proses pembelajaran, antara lain:

Pertama, akses ke sumber informasi. Sebelum ada internet, masalah utama yang dihadapi oleh pendidik (di seluruh dunia) adalah akses pada sumber informasi. Perpustakaan yang konvensional merupakan sumber informasi, namun sayangnya tidak murah. Buku-buku dan jurnal harus dibeli dengan harga mahal. Pengelolaan yang baik juga tidak mudah.

Contoh-contoh sumber informasi yang tersedia secara online antara lain: Library Online, perpustakaan yang dapat diakses secara langsung, kapan pun dan dari mana pun. Online Journal, berisi jutaan lembar jurnal ilmiah populer yang setiap saat bisa kita akses. Sedangkan lewat Online Courses, kita dapat membuka semua materi kuliah di internet.

Di Indonesia, masalah kelangkaan sumber informasi konvensional (perpustakaan) lebih berat dibanding di tempat lain, dan adanya internet merupakan salah satu solusi untuk mengatasi masalah ini.

Kedua, akses ke pakar. Internet menghilangkan batas ruang dan waktu, sehingga memungkinan seorang mahasiswa atau siswa berkomunikasi dengan pakar di tempat lain. Seorang mahasiswa di Makassar dapat berkonsultasi dengan dosen di Bandung atau bahkan di Los Angeles, Amerika Serikat.

Ketiga, media kerja sama. Kolaborasi atau kerja sama antara pihak-pihak yang terlibat dalam bidang pendidikan dapat terjadi dengan lebih mudah, efisien, dan murah lewat internet. Kerja sama model ini sudah banyak diterapkan oleh banyak perguruan tinggi di dalam proses administrasi perkuliahan, informasi kartu hasil studi mahasiswa (KHS), media kerja sama antaruniversitas dan perusahaan via internet dan sebagainya.

Bagi perguruan tinggi, internet sudah menjadi bagian integral di dalam proses belajar mengajar, walaupun belum semuanya menggunakannya. Sedangkan di tingkat sekolah, penggunaan internet belum sebanyak dan seluas di perguruan tinggi.

Secara khusus, internet sebagai sumber belajar memberikan kesempatan untuk meningkatkan pengetahuan melalui browsing, searching, milis (mailing list), akses ke pakar dan meningkatkan komunikasi dengan berbagai teman di segala penjuru dunia melalui chatting dan e-mail (Philip Rekdale, http:// www.artikel.us/interneti/html).

Dalam perkembangannya, penggunaan internet sebagai sumber belajar menghadapi beberapa kendala. Ada beberapa alasan mengapa internet belum digunakan secara optimal, antara lain kemampuan menggunakan internet yang masih kurang, dan kendala bahasa.

Suka atau tidak suka, sebagian besar informasi di internet tersedia dalam bahasa Inggris. Penguasaan bahasa Inggris menjadi salah satu keunggulan, karena mahasiswa atau dosen yang menguasai bahasa ini akan lebih mudah memahami dan menyerap informasi yang ada.

Perlu dilakukan upaya-upaya di dalam mengatasi kendala-kendala yang ada, sehingga di masa depan perguruan tinggi Indonesia tidak tertinggal jauh dalam penggunaan media informasi ini. (24)

(Kamis, 29 September 2005 di Harian Suara Merdeka, Jawa Tengah)