Tampilkan postingan dengan label Perjalanan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Perjalanan. Tampilkan semua postingan

Biaya hidup di New Zealand

Biaya hidup di Selandia Baru mirip dengan biaya hidup di Australia, dan lebih rendah daripada Inggris. Mahasiswa-mahasiswa tersier sebaiknya menganggarkan diri sampai NZ$20.000 setahun untuk biaya hidup.

Biaya-biaya indikatif

  • $100 sampai $200 seminggu untuk akomodasi
  • 50 sen untuk mengepos surat di dalam Selandia Baru
  • $4,45 untuk Big Mac di McDonald’s
  • Menelepon bebas biaya dari telepon rumah
  • $10 sampai $15 untuk sekali menonton film
  • $1,60 untuk ongkos bis kota jarak dekat
Disarikan dari http://www.newzealandeducated.com

Kuliah Level Diploma Tiga (D3) di New Zealand Hanya Setahun Loo

Kuliah D3 di New Zealand hanya setahun? Benarkah?

Ya itu benar. Beberapa institusi pendidikan di Selandia Baru selevel polytechnic di Indonesia memang menerapkan hal itu. Kok bisa ya?

Ada beberapa perbedaan mendasar dalam sistem pendidikan level Diploma di New Zealand dengan di Indonesia. Untuk level Diploma di New Zealand maka materi yang disampaikan adalah materi kuliah yang benar-benar berkaitan dengan subject atau jurusan yang sedang dipelajari. Kalau di Indonesia, jika Anda mahasiswa D3 maka Anda juga akan mendapatkan berbagai mata kuliah yang sebenarnya tidak terlalu berkaitan dengan jurusan yang kita pelajari, misalnya Bahasa Inggris, Agama, Kewiraan dan sebagainya.

Itulah secara umum perbedaan utama yang membuat kuliah di Selandia Baru untuk level Diploma menjadi lebih singkat.

Alhamdulillah Website RS Bumi Waras dan Asosiasi Institusi Pendidikan Ners Indonesia Sudah Online

Alhamdulillah, portfolio Java Web Media akhirnya bertambah lagi. Bidang usaha yang kami geluti dalam pembuatan website ini akhirnya mulai berjalan.

Untuk lebih detailnya silakan buka masing-masing link ini:

  1. Rumah Sakit Bumi Waras Bandar Lampung (RSBW)
  2. Asosiasi Institusi Pendidikan Ners Indonesia (AIPNI)

Jika perusahaan Anda, sekolah, lembaga pendidikan, organisasi dan forum Anda memerlukan jasa kami, maka Java Web Media akan dengan senang membantu.

Java Web Media your Web Solution adalah perusahaan yang bergerak di bidang pelayanan pembuatan, maintained, optimasi SEO di bidang website. Kami juga menerima pembuatan blog pribadi dan website untuk company profile Anda.

Courtenay Place, Ini Nih Patung Tripod Unik Dekat Kampusku Dulu


Courtenay Place Wellington, waah rugi deh kalau ga ke sini pas berkunjung ke Wellington. Tempat ini adalah tempat asyik untuk nongkrong dan kongkow baik siang maupun malam. Apalagi kalau pas lagi ada matahari.

Courtenay Place sebenarnya adalah nama jalan di kota kecil Wellington. Ada banyak pilihan hotel dan backpacker di sekitar sana, hotel murah, restoran dan cafe, souvenir shop, apartmen dan tempat beli alat-alat elekronik juga.

Ada Reading Cinema, tempat makan dan sekaligus bioskop. Lalu didekat sana ada Embassy Cinema juga yang sering digunakan untuk perhelatan setiap promosi film yang disutradarai oleh Peter Jackson dan masih banyak lagi. Oh iya, ada juga St James Theater bagi kita yang masih suka dengan pertunjukkan teater.

Ada sebuah semacam monumen atau patung di area ini berbentuk segitiga (tripod) yang unik. Patung ini terbuat dari logam yang cukup unik. Lihat fotonya aja deh biar lebih jelas yah...

Sebenarnya saya ada foto koleksi sendiri, tapi karena saat posting lagi ga di rumah jadi saya pinjam fotonya dari rekan blog saya di http://blandforddailyphoto.blogspot.com/2008/01/meet-under-tripod-229.html.

Bedanya Pramugari dan Pramugara Bule dan Asia


Hayo, siapa yang suka naik pesawat? Coba deh perhatikan pramugari dan pramugara yang melayani kita. Masih muda, sudah tua, atau adakah hal lainnya yang unik?

Pramugari/pramugara atau yang biasa juga disebut Flight Attendant atau Cabin Crew atau Steward and Stewardess sepertinya menjadi salah satu ciri khas yang membedakan pelayanan jasa penerbangan negara-negara Asia dan Barat.

Beberapa kali saya mengikuti penerbangan dengan perusahaan penerbangan milik Australia, Indonesia, New Zealand dan milik Singapura. Maaf ya kalau tidak menyebut-nyebut nama perusahaan, nanti dikira promosi. Hehe...

Jika saya perhatikan, memang ada yang berbeda. Pramugari dan pramugara dari perusahaan jasa penerbangan yang berasal dari Asia, seperti Indonesia dan Singapura kebanyakan masih berusia muda. Masih ganteng dan cantik, masih lincah dan segar. Kalau perusahaan penerbangan di New Zealand dan Australia, pramugari dan pramugaranya kebanyakan sudah berumur lebih dari 30 tahunan.


Ada yang punya pengalaman lain ga? Silakan di share ya.

Alhamdulillah, Lima Wisatawan Indonesia Telah Menjadi Pelanggan Pertama Kami

Anda ingin travelling ke New Zealand? Kami siap membantu perjalanan wisata Anda dengan tarif mahasiswa. Jangan ragu untuk menghubungi kami yaa ...

Menegangkan, inilah pengalaman pertama kami menjadi travel guide untuk kelima turis yang telah datang ke New Zealand beberapa hari yang lalu. Perjalanan wisata mereka selama 10 hari lebih (dimulai dari tanggal 31 Desember 2009 s/d 13 Januari 2010) menjadi ujian pertama kami dalam menangani usaha travel guide ini. Kelimanya merupakan satu keluarga, kedua orang tua dan ketiga anak-anak mereka yang sangat antusias dalam perjalanan wisata mereka membuat kami menjadi semakin bersemangat.


Kurang lebih sebulan sebelum kedatangan mereka, semua akomodasi, fasilitas transportasi dan tempat-tempat yang akan mereka kunjungi telah kami booking dan kami siapkan. Alhamdulillah, semuanya berjalan dengan lancar.

Perjalanan wisata mereka dimulai ketika kami menjemput mereka di Bandara, lalu menginap di Wellywood Backpacker yang berada di depan flat kami, sehari jalan-jalan di Botanic Garden, naik cable car, Museum Te Papa dan menikmati suasana jalan kaki di kota Wellington. Untuk obyek wisata di Wellington, saya sendiri yang menjadi guide, ditemani oleh saudara Deddy Pasareken yang menjadi guide cadangan sekaligus driver.

Hari Sabtu, 2 Januari 2010 perjalan ke South Island dimulai dengan menyebrang menggunakan kapal ferry Blue Bridge. Perjalanan wisata ini mengunjungi beberapa kota di Picton, Kaikoura, Christchurch, Mount Cook, Queenstown, Wanaka, Fox Glacier, Grey Mouth, Nelson lalu berakhir di Picton kembali untuk menyebrang ke North Island, yaitu kota Wellington base camp pertama kami memulai perjalanan. Untuk perjalanan keliling South Island ini saudara Deddy Pasareken menjadi full guide selama perjalan, saya sendiri mengorganisir akomodasi, penginapan di Wellington dan pemesanan beberapa penginapan untuk mereka. Perjalanan ke South Island berakhir pada hari Minggu, 10 Januari 2010.

Selama dua hari di kota Wellington, maka perjalanan berlanjut untuk mengunjungi sebagian dari Museum Tepapa yang belum selesai kami kelilingi sebelumnya, lalu ke Miramar untuk membeli souvenir khas New Zealand, ke Karori Sanctuary untuk melihat kehidupan liar khas New Zealand dan pemandangan alam yang indah. Tidak lupa kami juga berkunjung ke Wellington Zoo dan mencoba naik bis ala Wellington. Jalan kaki mengelilingi kota kecil ini juga menyisakan pengalaman yang menarik bagi mereka.

Masih ragu untuk berwisata ke New Zealand, silakan hubungi kami ya.

Elang Haast, Elang Raksasa New Zealand yang Telah Punah


Elang Haast (Harpagornis moorei), adalah salah elang raksasa yang sekarang telah punah dan dulunya hidup di Pulau Selatan, Selandia Baru. Binatang ini juga dikenal sebagai Elang Harpagornis yang merupakan elang terbesar yang pernah hidup. Binatang ini dipercaya oleh suku Māori dengan menyebut Pouakai; nama yang sering dipakai Hokioi (atau hakawai) yang mengacu pada angkasa yang dihiasi Berkik Selandia Baru — yang secara rinci, subspesies Pulau Selatan yang telah punah.


Elang Haast betina memiliki berat 10 hingga 15 kg, dan yang jantan memiliki berat 9 sampai 10 kg.Kebanyakan dari mereka memiliki rentang sayap kasar 2.6 hingga 3 m, yang pendek untuk berat burung elang (elang emas terbesar dan Elang laut Steller yang memiliki rentang sayap yang hampir sama panjangnya), namun yang membantu mereka ketika berburu di hutan lebat Selandia Baru. Elang Haast kadang-kadang digambarkan sebagai evolusi dari burung yang tidak dapat terbang, namun ini tidak benar; melainkan, binatang itu memunculkan suatu kekerabatan dari gaya nenek moyangnya yang terbang meluncur dan menuju muatan sayap yang lebih tinggi dan manuverabilitas. Kaki yang kuat dan otot terbang raksasa memungkinkan burung-burung ini untuk lepas landas dengan diawali lompatan dari landasan, disamping beratnya yang menakjubkan. Ekornya hampir dipastikan panjang (lebih dari 50 cm, untuk spesimen betina) dan sangat lebar, yang meningkatkan manuverabilitas dan menyediakan tambahan berat.[2] Total lebar mungkin lebih dari 1.4 m untuk betina, dengan tinggi berdiri sekitar 90 cm atau lebih. Elang Haast memburu secara luas, burung yang tidak dapat terbang, seperti moa yang lebih dari 15 kali beratnya.

Binatang ini menyerang pada kecepatan lebih dari 80 km per jam, yang sering menangkap tulang pinggul mangsanya dengan kuku-kukunya satu kaki dan membunuh dengan sebuah pukulan terhadap kepala atau leher dengan yang lainnya. Paruhnya yang besar digunakan untuk menyobak organ dalam dan mati karena kehabisan darah. Dalam ketidakmunculan predator besar lain atau Pemakan bangkai, Elang Haast dapat dengan mudah memonopoli sebuah area luas untuk membunuh sejumlah setiap harinya.

Awal pendudukan manusia di Selandia Baru (Māori tiba sekitar 1,000 tahun lalu) juga memangsa dengan kasar pada burung besar yang tidak dapat terbang yang mencakup seluruh spesies moa, yang secepatnya memburu mereka menuju kepunahan. Ini menyebabkan Elang Haast punah sekitar 1500 ketika sumber makanan terakhirnya berkurang. Binatang ini mungkin juga diburu manusia: secara luas, perburuan burung yang cepat yang mengkhususkan dalam memburu binatang berkaki dua besar yang dianggap sebagai ancaman oleh Māori — untuk sebuah makhluk yang dapat membunuh seekor moa yang beratnya 180 kg, manusia dewasa mungkin menganggap sebagai alternatif mangsa yang sehat.

Sebuah catatan perjalanan, Charles Douglas, mengklaim jurnalnya bahwa dia telah bertemu dengan dua raptor berukuran besar di lembah sungai Landsborough (kemungkinan pada tahun 1870an), dan menembak dan memakan mereka.

Burung-burung itu mungkin adalah sisa terakhir spesiesnya, namun hal ini tidak mungkin sebab di sana tidak memiliki mangsa yang pantas bagi populasi Elang Haast untuk mempertahankan dirinya selama sekitar setengah milenium saat itu dan cerita rakyat Māori abad 19 yang tetap bertahan bahwa pouakai merupakan burung tidak terlihat dalam kenangan hidup. Masih, observasi Douglas di alam liar umumnya terpercaya; sebuah penjelasan yang lebih memungkinkan, diberikan bahwa anggapan rentang sayap tiga meter burung Douglas tidak mungkin lebih dari perkiraan kasar, yang mungkin burung-burung itu adalah Harrier Eyles.

Binatang ini merupakan harrier terbesar yang diketahui (seukuran elang kecil) — dan predator paling umum — dan meskipun binatang ini juga diasumsikan telah punah saat zaman prasejarah, kebiasaan makannya yang menyendiri menjadikan binatang itu kandidat yang paling mungkin untuk makhuk yang tersisa terakhir.

Hingga kolonialisasi manusia saat ini, satu-satunya mamalia terestrial ditemukan di Selandia Baru merupakan tiga spesies kelelawar, salah satunya yang telah punah baru-baru ini. Kebebasan untuk kompetisi mamalia dan ancaman predator, burung mendominasi dan menuduki seluruh mayoritas niche di ekologi binatang Selandia Baru. Moa were grazers — secara fungsional serupa dengan rusa atau domba di bidang lain — dan pemburu Elang Haast, mengisi niche yang sama sebagai predator mamalia niche tinggi seperti Harimau atau beruang coklat.

Analisa DNA telah menunjukkan bahwa raptor ini paling berhubungan dekat dengan Elang kecil yang lebih kecil sebaik Elang Booted (keduanya baru-baru ini diklasifikasi ulang karena kesertaanya terhadap genus Aquila) dan bukan seperti perkiraan sebelumnya, terhadap Elang ekor baji besar[6] Walaupun demikian, Harpagornis moorei mungkin diklasifikasi ulang sebagai Aquila moorei, konfirmasi yang terhenti. H. moorei mungkin telah menyimpang dari elang yang lebih kecil itu antara 700,000 hingga 1.8 juta tahun lalu. Peningkatan beratnya dari 10 hingga 15 kali lipat periode itu menjadikan evolusi terbesar dan tercepat tentang peningkatan berat vertebrata yang diketahui. Hal ini menjadi mungkin dalam bagian oleh kehadiran pemangsa besar dan ketidakhadiran persaingan dari predator besar lainnya.

Elang Haast pertama diklasifikasikan oleh Julius von Haast, yang memberi nama Harpagornis moorei setelah George Henry Moore, pemilik Perkebunan Glenmark dimana ditemukan burung yang telah ditemukan.

Sumber: Wikipedia.org

Video Kenangan di Selandia Baru

Berikut ini adalah video tentang New Zealand atau Selandia Baru. Beberapa lokasi yang menjadi tempat pengambilan gambar adalah Botanic Garden, Karori Sanctuary, Kilbirnie Mosque, Wellington City dan beberapa lokasi di kota Wellington.



Video Kenangan di Selandia Baru


Jalan-Jalan dari Wellington ke Island Bay Untuk Melihat Seal (Anjing Laut)

Perjalanan yang cukup melelahkan. Untuk pertama kalinya saya melihat Seal dengan mata kepala sendiri, tapi untuk mencapainya bukanlah hal yang mudah. Deddy Pasareken, teman saya menjadi guide dalam perjalanan ini.


Perjalanan ke Island Bay dari kota Wellington sekitar 30 menit dengan bus. Kita bisa memilih Bus Go Wellington nomor 1 dan nomor 4 untuk mencapai Island Bay, cukup bayar 6 dolar untuk tiket pulang pergi berkali-kali. Untuk selanjutnya kita harus berjalan sekitar 1,5 jam untuk mencapai di mana seal suka berjemur. Red Rock adalah salah satu bagian yang tidak bisa kita lewatkan.

Redrock sebenarnya adalah batuan yang berwarna merah, letaknya tidak jauh dari lokasi dimana seal berjemur.

Berhubung kami tidak memiliki kendaraan off road, maka kaki ini terpaksa harus menjadi kendaraan off road kami untuk mencapai lokasi di mana Seal ini berada. Perjalanan satu setengah jam di medan berpasir dan berbatu membuat perjalanan dan langkah kami bertambah berat. Hembusan angin dingin pun membuat perjalanan ini semakin berkesan.

Tidak banyak yang saya lihat memang, ini karena Seal-Seal ini sudah mulai bermigrasi ke arah selatan yang lebih dingin. Normalnya mereka ada di Island Bay dan sekitar Red Rock sekitar bulan Mei sampai Oktober. Kami datang ke sana bulan Oktober, di mana Seal ini sudah mulai melakukan migrasi.

Meskipun hanya sekitar empat ekor yang saya temui, sudah cukup puas. Puas jalannya dan puas perjuangannya. Hehe..., kami juga sempat melihat beberapa Posum, hewan yang menjadi hama bagi orang New Zealand. Satu ekor kami temukan mati terlindas kendaraan off road, yang lainnya berlarian di antara semak belukar di lereng pegunungan karang di sekitar lokasi Seal berada.

Hayooo...siapa yang mau ke sini? Silakan kontak kami. Kami siap menjadi guide Anda. Syukur-syukur kalau mau sekalian sewa kendaraan off road... Pengalaman jalan kaki yang tak terlupakan...

Mencari Flat atau Apartemen di Wellington

Hayooo...., siapa yang mau ke Wellington? Mau menginap dimana? Mau tidur dimana?


Ini pertanyaan dan teka-teki yang selalu menjadi pertanyaan setiap kali ingin menuju ke luar negeri, salah satunya ke Wellington New Zealand. Nanti kalau sampai di Wellington mau menginap dimana ya? Mahal apa murah ya?

Tips ini mudah-mudahan bermanfaat jika Anda untuk pertama kalinya berkesempatan untuk berangkat untuk melanjutkan kuliah atau bekerja di kota Wellington, New Zealand. Silakan di baca ya, kalau ada informasi yang ingin ditanyakan bisa kontak langsung ke saya.

Mengenal tata kota Wellington


Penggunaan Google Map di kota Wellington menurut saya sudah cukup optimal untuk mengetahui tata kota Wellington secara cukup detail. Pastikan tempat kuliah atau tempat bekerja Anda beralamat di mana, lalu search saja di Google Map. Dari sini nanti kita bisa memperkirakan berapa jauh jarak flat atau apartemen Anda. Kota Wellington bukanlah kota yang besar, jadi cukup mudah untuk mengeksplor kota ini.


View Larger Map

Membuka Website Penyedia Layanan Apartemen atau Flat

Ada beberapa website yang menyediakan informasi cukup lengkap tentang ketersediaan flat yang Anda inginkan. Untuk masalah ini silakan baca di artikel Website Cari Flat/Apartemen di New Zealand, Khususnya Wellington. Rincian harga dan map biasanya di lampirkan juga di website-website tersebut, jadi Anda bisa memperkirakan jauh dekatnya jarak antara flat dan tempat yang Anda tuju.

Mencari informasi teman-teman dari Indonesia yang ada di Wellington

Ini mungkin cara termudah untuk mendapatkan referensi flat di Wellington. Sekarang ada banyak fasilitas yang memungkinkan kita mendapatkan informasi orang-orang Indonesia yang hidup di Wellington, fasilitas Facebook dan Google bisa kita gunakan untuk mendapatkan informasi itu. Jika Anda masuk dan membaca artikel ini berarti Anda sudah menjalankan tips ini.

Itu dulu ya, terimakasih karena sudah membuka blog ini. Jika sempat silakan tinggalkan comment di bawah yaa...


Artikel Terkait:
  1. Website Cari Flat/Apartemen di New Zealand, Khususnya Wellington

  2. Wellington, Kota Berangin yang Indah Minim Debu

  3. Jalan dan Jalur Pedestrian di New Zealand

  4. Transportasi di New Zealand, Khususnya Wellington

  5. Kerja Part Time di Wellington? Buka Website ini yah







Puasa Ramadhan di New Zealand

Terdengar adzan subuh tanda waktu makan sahur kami sudah selesai. Adzan itu terdengar bukan dari masjid atau dari mushola sebagaimana yang biasa kita dengar saat kita berada di Indonesia.

Hanya program Saalat Time yang kami install di komputer dan panduan waktu buka puasa dan sahur yang kami download dari website lembaga resmi muslim yang mengurusi masalah di New Zealand yaitu FIANZ inilah yang selalu setia mengingatkan kami akan tanda kapan waktu buka dan sahur kami.


Silakan download program Saalat Time jika Anda mau, karena akan sangat membantu.

Jika saya bandingkan, perbedaan antara waktu yang tertera di program Saalat Time dan timetable waktu shalat yang diperhitungkan oleh ulama-ulama FIANZ hanya terdapat perbedaan sekitar 5 menitan. Untuk masalah ini Mufti di sini memperbolehkan perbedaan waktu 5 menit tersebut. Jadi jika ingin berbuka atau sahur, kita bisa membandingkan mana yang mau dipakai. Saya sangat berterimakasih sekali kepada para programer yang telah membuat software pengingat shalat tersebut, mudah-mudahan Allah memudahkan hidupnya di dunia dan akhirat.


Silakan klik link ini jika Anda ingin mengetahui aktifitas muslim di New Zealand FIANZ (
The Federation of Islamic Associations of New Zealand).

Hari ini adalah hari ke 15 kami menjalankan ibadah puasa, tidak banyak hal berubah dengan aktifitas kami di sini. Suasana Ramadhan benar-benar sangat berbeda dengan yang saya rasakan saat saya berada di Indonesia. Susahnya mendapatkan makanan dari restoran dan cafe-cafe yang ada di Wellington membuat kami harus rajin memasak. Sungguh suasana yang berbeda, di sinilah Allah memberikan ujiannya untuk seorang muslim yang pertama kalinya hidup dan menjalankan ibadah puasa di luar negeri. Beberapa teman memilih untuk tidak menjalankan ibadah puasa karena hal ini.

Masak makanan sendiri

Halal Butcher, inilah tempat favorit yang harus saya kunjungi untuk mendapatkan stock daging sapi, kambing atau ayam potong yang murah se
kaligus juga halal. Tidak banyak penyedia makanan halal di Wellington, sehingga kami harus berhati-hati saat menyiapkan makanan untuk puasa kami. Anda bisa membeli ikan dan produk lainnya jika takut daging yang Anda beli tidak halal yang cukup banyak tersedia di toko-toko sekitar Wellington.

Memasak adalah aktifitas yang cukup mengasyikan saat mempersiapkan makan sahur dan buka puasa. Soalnya kita akan sulit mendapatkan makanan buka puasa siap saji seperti kolak, bubur dan es kelapa yang dengan mudah kita bisa dapatkan di sekitar rumah kita di Indonesia. Hampir semuanya harus kita masak sendiri. Harus ada daftar menu yang disiapkan setiap harinya, jadi mau tidak mau akhirnya kami bisa memasak sendiri di sini.

Saya teringat saat tahun kemarin masih menjalankan ibadah puasa di Surabaya. Mudah banget mendapatkan makanan buka dan es kelapa muda di sekitar Royal Plasa, Citos dan di sekitar kampus Petra di daerah Kertomenanggal. Tapi sekarang di sini, suasananya serba berbeda. Kolak harus bikin sendiri, bubur bikin sendiri, makan utama juga harus masak sendiri.

Alhamdulillah-nya, inilah kenikmatan yang diberikan oleh Allah untuk merasakan berkah puasa di negeri orang. Jarang orang mendapatkan kesempatan seperti ini. Waktu puasa di New Zealand yang tidak terlalu ekstrim antara siang dan malamnya juga membuat kami enjoy menikmati ibadah ini.

Di sini saya jadi mengerti kenapa pelaksanaan puasa kenapa dijalankan berdasarkan penanggalan bulan atau Qomariyah. Saat di Indonesia mungkin kita belum mau berpikir tentang hal ini karena Indonesia yang cuma ada dua musim, musim penghujan dan musim kemarau.

Inilah berkah kenapa Puasa Ramadhan dijalankan berdasarkan penanggalan bulan, bukan penanggalan berdasarkan matahari. Adanya 4 musim dengan perbedaan waktu siang dan malam yang ekstrim, kadang siang lebih panjang dan kadang malam lebih panjang tentunya akan membuat puasa Anda menjadi terasa berat dan terasa ringan. Dengan pelaksanaan puasa berdasarkan penanggalan bulan, maka kita akan melaksanakan puasa di musim-musim yang berbeda, tidak melulu di musim dingin. Akan ada variasi puasa tiap tahunnya, bisa jadi tahun ini puasa tahun ini di musim panan (summer), maka bisa jadi tahun depan kita mendapatkan puasa di musim semi (spring).

Coba dijalankan berdasarkan penanggalan matahari, tentunya kita akan yang di sini atau saudara-saudara muslim kita yang hidup di negara dengan perbedaan siang dan malam yang ekstrim seperti di Canda dan Finlandia tentunya akan merasa keberatan. Alhamdulillah...

Artikel terkait:

  1. Download Program Saalat Time
  2. Halal Butcher Wellington
  3. Wellington Mosque, Kilbirnie

Mengenal Wong Fei Hung yang Ternyata Seorang Muslim

Sudah banyak orang yang tahu bahwa tokoh bahari legendaris asal Cina, Sam Poo Kong alias Muhammad Cheng Ho adalah seorang Muslim. Namun nampaknya masih banyak yang belum tahu bahwa masih banyak tokoh China legendaris yang ternyata beragama Islam. Dua di antaranya ialah Wong Fei Hung dan Judge Bao.


Selama ini kita hanya mengenal Wong Fei Hung sebagai jagoan Kung fu dalam film Once Upon A Time in China. Dalam film itu, karakter Wong Fei Hung diperankan oleh aktor terkenal Hong Kong, Jet Li. Namun siapakah sebenarnya Wong Fei Hung?



Wong Fei Hung adalah seorang Ulama, Ahli Pengobatan, dan Ahli Beladiri legendaris yang namanya ditetapkan sebagai Pahlawan Nasional China oleh pemerintah China. Namun Pemerintah China sering berupaya mengaburkan jatidiri Wong Fei Hung sebagai seorang muslim demi menjaga supremasi kekuasaan Komunis di China.



Wong Fei-Hung dilahirkan pada tahun 1847 di Kwantung (Guandong) dari keluarga muslim yang taat. Nama Fei pada Wong Fei Hung merupakan dialek Canton untuk menyebut nama Arab, Fais. Sementara Nama Hung juga merupakan dialek Kanton untuk menyebut nama Arab, Hussein. Jadi, bila di-bahasa-arab-kan, namanya ialah Faisal Hussein Wong.



Ayahnya, Wong Kay-Ying adalah seorang ulama dan tabib ahli ilmu pengobatan tradisional Tiongkok serta ahli beladiri tradisional Tiongkok (Wushu). Ayahnya memiliki sebuah klinik pengobatan bernama Po Chi Lam di Canton (Ibukota Guandong). Won Kay-Ying merupakan ulama yang memiliki kemampuan wushu tingkat tinggi pada masa itu sehingga dikenal sebagai salah satu Sepuluh Macan Kwantung. Posisi Macan Kwantung ini di kemudian hari diwariskannya kepada Wong Fei Hung.



Kombinasi antara pengatahuan, ilmu pengobatan tradisional dan bela diri serta ditunjang oleh keluhuran budi pekerti sebagai Muslim membuat keluarga Wong sering turun tangan membantu orang-orang lemah dan tertindas pada masa itu. Karena itulah masyarakat Kwantung sangat menghormati dan mengidolakan Keluarga Wong.



Pasien klinik keluarga Wong yang meminta bantuan pengobatan umumnya berasal dari kalangan miskin yang tidak mampu membayar biaya pengobatan. Walau begitu, Keluarga Wong tetap membantu setiap pasien yang datang dengan sungguh-sungguh. Keluarga Wong tidak pernah pandang bulu dalam membantu, tanpa memedulikan suku, ras, agama, semua dibantu tanpa pamrih.



Secara rahasia, keluarga Wong terlibat aktif dalam gerakan bawah tanah melawan pemerintahan Dinasti Ch’in yang korup dan penindas. Dinasti Ch’in ialah Dinasti yang merubuhkan kekuasaan Dinasti Yuan yang memerintah sebelumnya. Dinasti Yuan ini dikenal sebagai satu-satunya Dinasti Kaisar Cina yang anggota keluarganya banyak yang memeluk agama Islam.



Wong Fei-Hung mulai mengasah bakat beladirinya sejak berguru kepada Luk Ah-Choi yang juga pernah menjadi guru ayahnya. Luk Ah-Choi inilah yang kemudian mengajarinya dasar-dasar jurus Hung Gar yang membuat Fei Hung sukses melahirkan Jurus Tendangan Tanpa Bayangan yang legendaris. Dasar-dasar jurus Hung Gar ditemukan, dikembangkan dan merupakan andalan dari Hung Hei-Kwun, kakak seperguruan Luk Ah-Choi. Hung Hei-Kwun adalah seorang pendekar Shaolin yang lolos dari peristiwa pembakaran dan pembantaian oleh pemerintahan Dinasti Ch’in pada 1734.



Hung Hei-Kwun ini adalah pemimpin pemberontakan bersejarah yang hampir mengalahkan dinasti penjajah Ch’in yang datang dari Manchuria (sekarang kita mengenalnya sebagai Korea). Jika saja pemerintah Ch’in tidak meminta bantuan pasukan-pasukan bersenjata bangsa asing (Rusia, Inggris, Jepang), pemberontakan pimpinan Hung Hei-Kwun itu niscaya akan berhasil mengusir pendudukan Dinasti Ch’in.



Setelah berguru kepada Luk Ah-Choi, Wong Fei-Hung kemudian berguru pada ayahnya sendiri hingga pada awal usia 20-an tahun, ia telah menjadi ahli pengobatan dan beladiri terkemuka. Bahkan ia berhasil mengembangkannya menjadi lebih maju. Kemampuan beladirinya semakin sulit ditandingi ketika ia berhasil membuat jurus baru yang sangat taktis namun efisien yang dinamakan Jurus Cakar Macan dan Jurus Sembilan Pukulan Khusus. Selain dengan tangan kosong, Wong Fei-Hung juga mahir menggunakan bermacam-macam senjata. Masyarakat Canton pernah menyaksikan langsung dengan mata kepala mereka sendiri bagaimana ia seorang diri dengan hanya memegang tongkat berhasil menghajar lebih dari 30 orang jagoan pelabuhan berbadan kekar dan kejam di Canton yang mengeroyoknya karena ia membela rakyat miskin yang akan mereka peras.



Dalam kehidupan keluarga, Allah banyak mengujinya dengan berbagai cobaan. Seorang anaknya terbunuh dalam suatu insiden perkelahian dengan mafia Canton. Wong Fei-Hung tiga kali menikah karena istri-istrinya meninggal dalam usia pendek. Setelah istri ketiganya wafat, Wong Fei-Hung memutuskan untuk hidup sendiri sampai kemudian ia bertemu dengan Mok Gwai Lan, seorang perempuan muda yang kebetulan juga ahli beladiri. Mok Gwai Lan ini kemudian menjadi pasangan hidupnya hingga akhir hayat. Mok Gwai Lan turut mengajar beladiri pada kelas khusus perempuan di perguruan suaminya.



Pada 1924 Wong Fei-Hung meninggal dalam usia 77 tahun. Masyarakat Cina, khususnya di Kwantung dan Canton mengenangnya sebagai pahlawan pembela kaum mustad’afin (tertindas) yang tidak pernah gentar membela kehormatan mereka. Siapapun dan berapapun jumlah orang yang menindas orang miskin, akan dilawannya dengan segenap kekuatan dan keberanian yang dimilikinya. Wong Fei-Hung wafat dengan meninggalkan nama harum yang membuatnya dikenal sebagai manusia yang hidup mulia, salah satu pilihan hidup yang diberikan Allah kepada seorang muslim selain mati Syahid. Semoga segala amal ibadahnya diterima di sisi Alah Swt dan semoga segala kebaikannya menjadi teladan bagi kita, generasi muslim yang hidup setelahnya. Amin.



Cumi-cumi Raksasa di Museum Te Papa Wellington

Para ilmuwan kelautan dari Selandia Baru memulai persiapan untuk mengotopsi seekor cumi-cumi raksasa (data selengkapnya lihat di Link ini) yang ditangkap tahun lalu. Penelitian terhadap cumi-cumi seberat 500 kilogram dan panjang 7,8 meter itu dilakukan untuk mengungkap rahasia salah satu raksasa laut yang masih sangat misterius.

Cumi-cumi tersebut telah dikeluarkan dari kotak es ruang penyimpanannya dan dipindahkan ke dalam tangki berisi larutan garam hari ini. Es juga ditambahkan ke selama tangki agar proses pencairan lambat sehingga bagian tubuh terluar yang masih segar tidak rusak karena keriput.

Setelah mencair seluruhnya, para peneliti akan mempelajari lebih dalam mengenai bentuk anatominya, membedah isi perut dan mulutnya. Sampel jaringan juga akan diambil untuk analisis DNA dan mengidentifikasi jenis kelaminnya. Proses otopsi untuk mengungkap kehidupan cumi-cumi raksasa tersebut rencananya dilakukan mulai Rabu (30/4).


"Jika ternyata diketahui jantan, ini berarti laporan ilmiah pertama mengenai deskripsi jenis jantan dari spesies ini," ujar Steve O'Shea, pakar cumi-cumi dari Universitas Teknologi Auckland yang akan terlibat dalam penelitian. Cumi-cumi kolosal betina pernah diidentifikasi dari spesimen yang ditemukan tahun 2003. Usai otopsi, bangkai cumi-cumi raksasa tersebut dipamerkan dalam tangki berisi formalin 900 liter di Te Papa Museum, Wellington.

Selama ini, cumi-cumi kolosal banyak diberitakan dari cerita dari mulut ke mulut nelayan. Tak ada seorang pun yang pernah melihatnya lansgung pada habitatanya di perairan dalam.

Seorang nelayan tanpa sengaja menangkap seekor cumi-cumi raksasa itu di lepas pantai Antartika pada Februari 2007 saat mengail ikan gigi Patagonia atau ikan bass Chili. Cumi-cumi tersebut terseret ujung kail dari laut dalam ke permukaan karena memangsa ikan tersebut.

Sadar bahwa hasil tangkapannya sangat bernilai, nelayan tersebut mengambilnya dan menjaga kondisinya di atas kapal. Kemudian, museum nasional Te Papa Tongerawa mengambil alih perawatan setelah dilaporkan.

Spesimen tersebut tercatat sebagai spesies Mesonychoteuthis hamiltoni terbesar yang pernah ditangkap. Cumi-cumi kolosal terbesar sebelumnya yang ditemukan tahun 2003 hanya seberat 330 kilogram dan berjenis kelamin betina. Meski demikain, seekor cumi-cumi kolosal diperkirakan dapat tumbuh hingga 13 meter.

Sumber: www.kompas.com

Pak n Save, Salah Satu Tempat Belanja Murah Keperluan Sehari-hari

Pak n Save Kilbirnie, ini tempat belanja yang masuk dalam kategori murah di Wellington, Selandia Baru. Terletak sekitar 20 menit naik bis dari kota Wellington, di daerah Sub urban Kilbirnie dan tidak jauh dari bandara.


Saya biasanya belanja ke sana sebelum atau sesudah habis shalat Jum'at di Masjid Kilbirnie. Beberapa memang lebih mahal, tapi yang jelas kebanyakan lebih murah.

Beberapa barang belanjaan yang murah adalah sayuran, bumbu-bumbu semacam bawang merah dan bawang putih, buah-buahan, dan juz buah. Harga detergen, alat-alat mandi (sabun, pasta gigi, sampho) biasanya juga lebih murah jika dibeli di sini.

Saya tidak menyarankan Anda belanja ke sini setiap hari jika tempat tinggal Anda berada dalam kota Wellington. Soalnya saya sendiri juga cuma pada hari Jum'at, soalnya sekalian sholat Jum'at.

Halal Butcher Wellington New Zealand ada ga ya?

Halal dan haram, ini adalah dua sisi mata uang yang tidak bisa kita pisahkan jika kita hidup di negara yang notabene penduduknya bukan pemeluk agama Islam. Begitu pun yang saya rasakan di Selandia Baru. Dalam hal ini termasuk masalah daging, halal atau haram?


Halal, adalah wajib hukumnya bagi seorang muslim, termasuk dalam hal makan.

Di kota Wellington, sebenarnya ada beberapa butcher (tukang potong hewan) yang bersertifikasi halal. Hanya saja yang saya tahu baru di sub urban Kilbirnie dan Newtown. Kalau yang Kilbirnie ini jelas, karena banyak warga keturunan Arab di daerah ini. Halal Bucther di Newtown adalah yang paling sering saya kunjungi, soalnya dekat sama flat saya, sekitar 10 menit jalan kaki.

Terletak di Riddiford Street, tidak jauh dari Wellington Hospital. Jalan kaki dari rumah sakit ini sekitar 2 menitan paling juga sampai. Harganya rata-rata juga lumayan lebih murah jika kita bandingkan beli di New World, salah satu toserba yang ada di Selandia Baru.

Pengalaman di Kota Bandung

Download Peta Kota Bandung di sini.


Bandung merupakan ibukota Jawa Barat. Kotanya cukup sejuk dan letaknya yang tidak jauh dari Jakarta membuat kota ini menjadi tujuan wisata. Saya sendiri mengenal Bandung lebih dalam adalah pada saat bekerja sebagai Site Engineer di sebuah perusahaan kontraktor telekomunikasi di tanah air.

Ada beberapa tempat favorit yang suka saya kunjungi saat waktu senggang seperti Ciwalk, Alun-alun, Cihampelas dan Cibaduyut.

Saya sendiri sebenarnya tidak merasa nyaman tinggal di Bandung karena kemacetannya sudah seperti Jakarta, apalagi pada saat jam-jam berangkat dan pulang kerja. Sungguh sangat menjengkelkan. Males deh pokoknya kalau lihat kemacetan di Cicaheum dan di pintu tol. Sebel banget rasanya. Tapi jika Anda ingin berkunjung dan belum pernah ke sana, peta yang saya lampirkan mdah-mudahan dapat membantu.

Berkunjung ke Karori Sanctuary, Nyesel Ga?





Hari Jum'at tanggal 10 April 2009, saya bersama istri berkunjung ke Karori Sanctuary. Sekitar 10 menit jalan kaki dari Karori Parks. Menjelang jam 10 pagi saya berangkat bersama istri. Berangkat dari flat menuju Sanctuary menggunakan ticket Day Tripper bis Go Wellington seharga NZ $5/passenger.


Ticket day tripper ini memungkinkan kita naik bis seharian bolak-balik keliling Wellington dengan hanya sekali saja. Jadi kalau Anda mau jalan-jalan murah keliling Wellington dan pantat sampai tepos seharian karena duduk di bis, pakailah Day Triper. Mau turun dan naik dimanapun oke saja.

Tidak lupa bawa bekal makanan khas Indonesia, yaitu nasi. Hehe... Bagaimana pun juga perut saya masih made in Indonesia. Baru tiga bulan di New Zealand makan roti seporsi orang-orang Kiwis yang badannya segedhe kulkas juga tidak cukup bagi saya. Setelah dua atau tiga jam makan roti, perut saya langsung merengek-rengek. Mana nasinya? Hik...hik.., begitu juga istri saya.

Jarak Karori Park menuju Karori Sanctuary sebenarnya tidak terlalu jauh, sekitar 10 menit jalan kaki. Jangan khawatir, udaranya bersih kok.

Pemandangan pertama kami di sambut sebuah banner biru gedhe bertuliskan Sanctuary, kami sempatkan ambil foto di sana beberapa kali. Lalu masuk ke bagian ticket masuk, harganya NZ $14/visitors, kalau malam NZ $60. Kalau dirupiahin sekitar Rp. 94.000 dan Rp. 360.000. Mahal banget untuk ukuran orang Indonesia, tapi bagi Kiwis (sebutan untuk orang New Zealand) itu murah.

Karori Sanctuary sebenarnya adalah taman nasional yang dikelola oleh pemerintah Selandia Baru untuk melindungi burung-burung langka species asli Selandia Baru, utamanya burung Kiwi dan beberapa burung lainnya. Di taman ini juga tersedia pemandangan danau, dam (reservoir air minum untuk kota Wellington), dan jalur trek bagi yang suka hiking.

Hanya beberapa burung yang kami jumpai di sini, kecuali burung Kiwi. Soalnya burung Kiwi keluarnya kalau malam saja, saya gak kuat beli ticketnya. Hehe...

Bagus ga sih Karori Sanctuary? Eem..., kalau Anda tinggalnya dari kecil sampai gedhe di kota saya merekomendasikan kepada Anda untuk mengunjunginya. Tapi kalau Anda asli ndeso, yang besar di kampung dengan hutan yang masih terawat saya sarankan jangan datang ke sini. Hehe..., kenapa? Soalnya kalau saya bandingkan dengan hutan di desa saya di Sumberejo, jelas masih bagusan Sumberejo.

Transportasi di New Zealand, Khususnya Wellington

Di Wellington, kalau mau ke sekolah atau kampus bagusnya naik apa ya? Hehe..., saya sarankan jalan kaki. Lha kok? Pertanyaannya kan naik apa?

Ya itulah masalahnya, naik kaki kan juga gapapa. Iya deh, kita jawab bareng-bareng. Ada beberapa sarana transportasi yang bisa kita gunakan saat mengelilingi Kota Wellington dan sub urbannya. Pilihan ini saya buat dalam beberapa kategori, Anda silakan pilih sendiri yah.
  1. Bis Go Wellington, ini harga ticketnya bervariasi. Kalau jaraknya dekat ya 1 dolar, agak jauh 1,5 dolar, jauh dikit 3 dolar dan ticket murah keliling Wellington yaitu Day Tripper seharga 5 dolar. Keistimewaan Day Tripper ticket adalah karena kita bisa turun dan naik di mana saja.
  2. Taksi, kalau Anda berkantong tebal sih oke2 saja.
  3. Scooter dan sepeda motor. Anda akan jarang menemukan scooter atau sepeda motor di Wellington. Jalanan di sini kurang mendukung untuk moda transportasi ini, apalagi kalau musim dingin, makasih deh.
  4. Mobil, ini yang paling banyak dipakai orang sini. Harga mobil di sini kebanyakan lebih murah daripada harga sepeda motor.
  5. Mobil sewaan, ini kalau Anda benar-benar berminat untuk jalan-jalan yah. Harga sekitar 48 dolar perhari sewa. Ada juga yang 28 dolar.
Lalu kenapa saya sarankan jalan kaki? Soalnya iklim di sini sangat mendukung untuk jalan kaki. Saat pagi dan sore hari kita akan banyak melihat orang berjalan kaki sangat cepat, orang Kiwis menyebutnya Power Walking (disebut begitu karena jalannya cepat). Saya sendiri 3 bulan di sini sangat jarang naik bis, apalagi Angkot. Hehe..., di sini ga ada Angkot. Saya naik bis kalau mau sholat Jum'at saja di masjid Kilbirnie atau kepepet karena mau telat.

Akhirnya, Kutemukan Cabe Impianku

Duhh...hati saya rasanya berbunga-bunga karena si Deddy teman saya kasih tahu ke saya kalau ada cabe di Wellington yang harganya lumayan murah dan pedasnya mantap. Akhirnya habis pulang kuliah saya bersama istri berkunjung ke toko yang direkomendasikan sama si Deddy yaitu sebuah minimarket milik orang China.

Minimarket milik orang China itu berada di Dixon Street, dekat dengan Cuba Street dan Manners Mall serta segaris dengan Courtenay Place. Setelah ngubek-ngubek isi toko hampir 3 menitan saya dan istri menemukan cabe impian kami. Huff..., lega rasanya. Soalnya kami berdua malu, orang masuk ke toko kok cuma cari cabe, seharga NZ$ 4,99 lagi.

Bicara tentang cabe, di Wellington pada khususnya dan di New Zealand pada umumnya, cabe adalah barang mahal. Soalnya orang Kiwi juga nggak suka makanan pedas-pedas, paling hanya orang Asia saja yang hobi makan pedas. Lada hitam saja tak akan cukup untuk memuaskan rasa pedas dambaan Indonesia.

Ada beberapa toko dan tempat yang memang menyediakan cabe untuk Anda beli. Beberapa harganya mahal banget karena satu kilogram cabe mencapai NZ$ 40 (Rp. 240.000), itu juga rasanya nggak pedas, kurang mantap deh pokoknya. Kalau mau agak murah (sekitar NZ$ 2 perpack (1 ons) ya di Sunday Market, tapi masalahnya kita rajin ngga nyamperin ke sana tiap minggu? Jadi kayaknya pilihan untuk beli cabe yang lumayan segar ya di Dixon Street ini deh.

Alternatif lain? Sabar yah... Nanti saya posting lagi kalau sudah ketemu.

Dragon Boat Festival, Wellington

Wellington Dragon Boat Festival available in English, click here.

Event ini dilaksanakan pada hari Sabtu-Minggu, 21-22 Maret 2009. Acara yang cukup meriah. Ada beberapa tim yang ikut berlomba. Hanya saja saya nggak tahu berapa timnya.

Saat itu saya berdua bersama istri. Istri kan kerja paruh waktu di Te Papa Museum, jadi pas pulang saya jemput. Kami sempatkan berjalan-jalan di Wellington Harbour cukup lama karena pingin nonton Wellington Dragon Boat Festival. Ada beberapa ratus foto yang sempat saya ambil bersama istri.

Acara ini cukup meriah karena banyak turis yang datang, even nasional tapi bisa dimanfaatkan oleh agen-agen wisata New Zealand sehingga supporter nggak hanya datang dari dalam negeri tapi juga dari luar negeri. Termasuk saya sama istri ini. Hehe...

Acara ini dilaksanakan dengan Sunday Market, jadi cukup strategis. Soalnya hari Minggu saya bisa sekalian belanja.