Tampilkan postingan dengan label Semarang Indonesia. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Semarang Indonesia. Tampilkan semua postingan

Di New Zealand, Kangen Keluargakah?

Sumberejo, Japah, dan Blora. Aku merindukan mereka, merindukan Ayah dan Ibuku serta adik kecilku Wandono. Mau tak mau, kerinduan terhadap kampung halaman dan keluarga adalah hal yang harus kita tanggung saat kita berada di luar negeri.

Kakak perempuanku bilang bahwa Bapak minggu ini sedang pergi ke Ambon menemani adiknya, Pamanku, Lik Sadik. Sepertinya untuk urusan bisnis adiknya yang saat ini mulai tumbuh lagi.

Ibuku adalah seorang wanita Jawa yang lembut terhadap anak-anaknya, namun keras dalam menetapkan aturan. Ibu yang bisa mengerjakan pekerjaan multi task, kadang sebagai ayah saat Bapak sedang pergi keluar kota. Bapak lebih bersifat memberikan kebebasan pada anak-anaknya, jika menurutmu apa yang kamu lakukan benar, lakukanlah. Saya masih ingat saat Bapak marah besar dan mencambuk saya dengan cambuk rotan. Saya tak berani pulang, orang sekampung akhirnya mencari saya.

Sudah hampir 6 bulan kami tak bertatap muka dengan mereka. Mudah-mudahan saja Allah memberikan kesehatan pada mereka. Terakhir kami pergi ke sana adalah saat Lebaran 2008. Saya dari Surabaya menuju ke Semarang dan istri dari Jakarta menuju ke Semarang. Kami berdua akhirnya menginap di hotel Surya Semarang sebelum pulang ke Sumberejo Blora.

Universitas Negeri Semarang (Unnes)

Silakan download Peta Kota Semarang (map) di sini.

Gunungpati, Sekarang, bis GP, Sampangan, Jatingaleh dan Semarang. Sekaran, ada banyak kenangan tertinggal di sana. Terkadang saya merindukan untuk kembali ke sana, oleh karenanya sesekali bersama istri saya berkunjung ke Sekaran. Ke kampus dimana saya dulu menyelesaikan kuliah.

Unnes, saya memulai kehidupan kuliah dari bawah. Dengan bantuan kakak-kakak yang begitu support pada saya, orang tua yang tidak mampu untuk membiayai kuliah saya. Setiap kali pulang ke Blora, Ibu selalu membekali saya beras 10 kilogram untuk makan sebulan dan sambal kacang yang dibuat seperti bola. Sambal kacang ini cadangan jika saya sudah tak punya uang untuk membeli sayur, tapi juga kadang jadi makanan utama.

Saya kadang makan beras mentah karena tak punya uang lagi untuk belanja dan makan. Warung mbak Yayuk di Sekarang, mbak Kom, Bu Sinah dan warung di Gang Pete adalah langganan saya. Karena dengan uang Rp. 3.000 saya bisa makan sehari.

Berbagai macam pekerjaan part time saya jalani untuk menopang biaya kuliah saya. Mulai dari jadi tukang gali tanah, tukang kayu, tukang sensus hutan, jadi penjaga rental komputer dan hampir semua pekerjaan kasar saya jalani untuk bisa kuliah. Alhamdulillah, karena keterpaksaan itu saya bisa menulis beberapa artikel di media cetak dan mengajar komputer. Beberapa beasiswa alhamdulillah telah membantu biaya SPP saya. Saya tak ingin membuat orang tua saya kecewa, mereka harus bangga mempunyai seorang anak yang nekad untuk kuliah dengan jerih payah dan keringat anak bersama kedua orang tuanya.

Setiap kali mengingat kampus Universitas Negeri Semarang itulah, semangat saya jadi membara. Bahwa saya harus survive sebagaimana dulu saya jalani. Saya tak takut gagal, mungkin dengan itu saya tahu cara untuk berhasil. Saya akan tetap mengenang kampusku yang jauh di Sekaran sana, meskipun sekarang saya di New Zealand.

Travel to Semarang, Ancient City in Central Java - Indonesia


Download map of Semarang City, please click here.


Download about interesting places in Semarang City, please click here.

The city of Semarang, the capital of Central Java province is located on the north coast of Java Sea. The Northern part of the city is lying across on the plain coast and the Southern part is on the hilly side from Candi Baru area upward to the town of Ungaran.


Semarang is a busy administrative and Trading city, most of the offices, business centers, industrial estates are concentrated in the low land, where as in the hilly side, there are many houses with the beautiful gardens with a superb view to the town and the sea. The old records of this city date back to the 15th to the 18th century AD in where captivating ancient and colonial monuments still standing to present date.

There are some interesting places such ash
GEREJA BLENDUK, Stasiun Tawang (Tawang Train Station), LAWANG SEWU, (Thousand Doors), In the downtown of Semarang is also a remarkable building from the "Old Dutch Time" and GOMBEL, A favorite place on the hill with its fresh air and picturesque landscape. In the evening, people like to be here to relax while enjoying the panoramic vista to the city and the harbor.

Gereja Blenduk is the eldest Christian Church in Central Java built by the Dutch community in 1753. It shows the Church architecture of the 18th century with its huge dome and a baroque organ inside the building. Nearby the Church, there are some buildings from the Dutch colonial time.

Now, Semarang has Simpang Lima, the shoping area that very famous in Indonesia. Simpang Lima look like Cuba Street or Manners Mall in Wellington, New Zealand. The favourite place to hang out, dating with your special friend and dinner in the unique tent that you can order some food.