Tampilkan postingan dengan label Kesehatan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kesehatan. Tampilkan semua postingan

Beda Waktu Indonesia dan New Zealand

Huhu...., jetlag. Itulah yang saya rasakan pertama kali di New Zealand. Perbedaan waktu 5 (lima) jam antara Indonesia dan Selandia Baru mau tak mau membuat sistem metabolisme tubuh saya kebingungan untuk beberapa hari.

Butuh waktu lebih dari satu minggu untuk bisa tidur tepat waktu (tidur jam 9 malam waktu New Zealand), karena tubuh saya masih memikirkan bahwa kami tidur 5 jam lebih cepat dari sebelumnya. Jadi yang seharusnya bisa tidur jam 9 malam waktu Selandia Baru, saya baru bisa tidur setelah jam satu atau jam dua pagi.

Pada musim panas atau summer siang biasanya lebih lama di bandingkan siang di Indonesia, tapi saat winter, siang lebih pendek dan malam lebih panjang. Masalah komunikasi dengan keluarga juga harus diperhitungkan. Dari pengalaman tersebut saya jadi lebih sering menelpon keluarga saat jam 9 atau jam 10 malam waktu New Zealand karena keluarga saya di Indonesia tentu baru jam 4 atau jam 5 sore.

Kalau Anda mau telpon pagi waktu New Zealand, ya berarti masih dini hari di Indonesia. Selamat menikmati waktu yah...

Jagung Muda Hilangkan Bekas Jerawat

Kita mengenal jagung muda sebagai bahan masakan untuk oseng-oseng. Ternyata, selain enak dimakan, jagung muda bisa juga dimanfaatkan sebagai obat alternatif menyembuhkan bintik-bintik bekas cacar atau bekas jerawat. Anda bisa membuat sendiri ramuannya.

  1. Pilih jagung muda yang telah dikupas dan dibersihkan dari rambut-rambutnya, kemudian diparut.
  2. Ambil daun pepaya secukupnya dan tumbuk hingga halus.
  3. Campurkan parutan jagung muda dengan tumbukan daun pepaya. Aduk sampai rata.
  4. Oleskan campuran tadi pada bintik-bintik jerawat atau bekas-bekas cacar yang mengganggu. Oleskan setiap hari untuk mendapatkan hasil maksimal.

Perhatian, getah pepaya bersifat korosif bagi beberapa orang yang alergi. Bila Anda ingin mencoba, pastikan kulit Anda tidak alergi getah pepaya. Jika memang kulit Anda sensitif, cukup gunakan ramuan jagung muda saja.

(Sumber: suaramerdeka.com)

Istriku Sakit Flu Saat Hamil, Kasihan Dia

Sudah dua hari ini istri saya saat malam hari batuk-batuk dan bersin-bersin tidak seperti biasanya. Kasihan dia, tidurnya tidak bisa nyenyak. Hidungnya mampet, bicaranya sengau dan batuknya membuat bahunya terguncang-guncang.

Usia kehamilannya yang sekarang masuk minggu ke-9 mau tak mau membuatnya ketar-ketir. Ini kehamilan pertama kami. Tadi pagi saya lihat dia sibuk membaca beberapa artikel tentang influenza dan batuk pada saat hamil, saya pun khawatir. Saya pun memutuskan tidak berangkat ke kampus untuk mengawasi dan merawatnya. Hidungnya semakin merah karena sering bersin dan mengelap cairan yang keluar karena flu.

Istri saya tidak suka dingin. Cuaca kota Wellington yang tidak menentu selama hampir seminggu, hujan dan angin, suhu yang mencapai empat derajat celcius mau tak mau membuatnya merasa tak nyaman. Beberapa kali kami kehujanan pada saat berangkat dan pulang dari kampus. Nafsu makan yang kadang turun karena mual dan muntah pada saat hamil membuatnya sedikit lebih kurus. Untuk menghangatkan badannya kadang saya buatkan wedang jahe, meskipun tak senikmat buatan Ibu tapi mudah-mudahan bisa mengurangi rasa dinginnya.

Sebelum shalat Jum'at saya sempatkan mampir ke Pak N Save untuk membeli buah, anggur dan jeruk. Istriku menyukainya. Kehamilannya tentu membatasinya untuk mengkonsumsi berbagai obat-obatan. Buah, sayuran segar, dan daging/ayam yang bersertifikasi halal adalah pilihan yang terbaik untuk ia konsumsi.

Hamil di New Zealand, Gimana Nih? Pelayanan Kesehatan Kehamilan di New Zealand Gimana?

Alhamdulillah, setelah setahun menunggu akhirnya Allah memberikan kepercayaan kepada kami untuk mengasuh anak. Istri saya saat ini sedang hamil muda. Dia lagi manja-manjanya dan muntah hampir setiap malam. Kota Wellington yang dingin kadang memperparah kondisi itu.

Lalu bagaimanakah pelayanan kesehatan untuk kehamilan dan secara umum di New Zealand? Menurut saya adalah very-very worst, sangat buruk dan lambat. Lalu kenapa mereka masuk dalam jajaran negara yang sehat? Menurut saya karena pelayanan kesehatan yang buruk inilah yang membuat orang malas berkunjung ke dokter atau klinik sehingga laporan orang sakit tidak setinggi di Indonesia. Akhirnya data orang sakit yang masuk ke Depkes-nya New Zealand jumlahnya sedikit.

Seburuk apapun di Indonesia kita dengan mudah bisa mendapatkan akses pelayanan kesehatan misalnya di Puskesmas, dokter umum atau klinik-klinik yang terdekat dengan tempat bermukim kita. Tanpa memandang apakah Anda warga asli atau pendatang, harga juga tak terlalu beda jauh.

Lalu bagaimana dengan di New Zealand? Berikut ini saya jelaskan berurutan:

  1. Pertama Anda datang ke GP (General Practisioner), atau katakanlah Puskesmas kalau di Indonesia Anda harus registrasi dulu dan menunggu selama dua minggu untuk proses pendaftaran, padahal saat kita mendaftar itu benar-benar sedang sakit.
  2. Setelah dua minggu approved by GP, baru mereka membuat appointment untuk bertemu dengan dokter, bisa jadi kalau Anda beruntung Anda bisa langsung ketemu dokter hari itu, tapi kalau tidak siap-siaplah ketemu dokter 5 hari sesudahnya. Inilah yang istri saya alami saat mau memeriksakan kehamilan.
  3. Habis ketemu dokter, baru mereka memberikan nomor telepon/kontak untuk Bidan/Midwife yang bisa kita hubungi untuk menangani kehamilan. Lagi-lagi harus appointment dulu dengan mereka melalui telepon atau datang langsung ke kliniknya.
  4. Pemeriksaan dokter kebanyakan tidak sedetail dokter-dokter di Indonesia, jarang diberi obat, seringnya vitamin saja. Pada beberapa kasus sakit apapun diberi obat yang sama, yaitu Panadol.
  5. Pemeriksaan kehamilan di sini sangat njelimet dan rumit, selain itu jika Anda bukan warga asli sini atau pendatang dengan Student Visa kurang dari dua tahun jangan harap dapat biaya murah.
Jadi, secara umum saya menganggap pelayanan kesehatan di New Zealand tak sebaik di negara kita Indonesia. Akses secara langsung bisa Anda dapatkan tanpa melalui prosedural yang njelimet dan berbelit-belit, biaya pun hampir sama biarpun Anda warga pendatang atau bukan.